Kamis, 02 November 2017

TEORI KEPERAWATAN JEAN WATSON


A. Teori dan Model menurut Jean Watson
Filosofi Jean Watson, yang pada akhirnya tarkenal dengan sebutan “J.W”, berupaya untuk mendefinisikan hasil dari aktifitas keperawatan yang berhubungan dengan aspek humanistik dari kehidupan. Watson, (1979). Tindakan Keperawatan yang mengacu langsung pada pemahaman hubungan antara sehat, sakit dan perilaku manusia. Keperawatan memperhatikan peningkatan dan mengembalikan kesehatan, serta pencegahan terjadinya penyakit.
Model Watson dibentuk melingkupi Proses Asuhan Keperawatan, Pemberian bantuan kepada Klien dalam mencapai atau mempertahankan kesehatan dan atau mencapai kematian yang damai. Intervensi keperawatan berkaitan dengan proses perawatan manusia.
Proses perawatan manusia membutuhkan Perawat yang mampu memahami perilaku dan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang aktual atau potensial, kebutuhan manusia, dan bagaimana manusia merespon terhadap orang lain, dan kekurangan serta kelebihan klien dan keluarganya, sekaligus pemahaman pada dirinya sendiri. Selain itu, perawat juga memberikan kenyamanan dan perhatian, serta empati pada klien dan keluarganya. Asuhan perawatan tergambar pada seluruh faktor-faktor yang digunakan oleh perawat dalam pemberian pelayanan keperawatan pada klien dan keluarganya.
J.W. dalam memahami konsep keperawatan, terkenal dengan teori pengetahuan manusia dan merawat manusia. Tolak ukur pandangan JW ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Teori JW ini memahami bahwa manusia memiliki Empat cabang kebutuhan yang saling berhubungan, diantaranya : 
  1. Kebutuhan Dasar Biofisikal (Kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan Makan dan Cairan, Kebutuhan Eliminasi, dan Kebutuhan Ventilasi. 
  2. Kebutuhan Dasar Psikofisikal (Kebutuhan Funsional) yang meliputi Kebutuhan Aktifitas dan Istirahat, serta Kebutuhan Sexualitas.
  3. Kebutuhan dasar Psikososial (Kebutuhan untuk Integrasi) yang meliputi Kebutuhan untuk Berprestasi dan Berorganisasi.
  4. Kebutuhan dasar Intrapersonal dan Interpersonal (Kebutuhan untuk Pengembangan) yaitu Kebutuhan Aktualisasi Diri.

    Berdasarkan dari empat kebutuhan tersebut, Jean Watson  memahami  bahwa  manusia  adalah makhluk  yang sempurna dan memiliki berbagai ragam perbedaan, sehingga dalam upaya mencapai kesehatan, manusia seha-rusnya dalam keadaan sejahtera baik fisik, mental, sosial, serta spiritual.

Selain itu ada 7 (tujuh) asumsi dalam ilmu keperawatan, antara lain :

  1. Asuhan keperawatan dapat secara efektif didemonstrasikan dan dipraktekkan hanya  secara interpersonal.
    1.    Asuhan keperawatan berisi faktor care/perhatian pada perawatan yang hasilnya dapat memuaskan kebutuhan manusia yang memerlukan bantuan. 
        3. Asuhan keperawatan yang efektif meningkatkan kesehatan dan berkembang ke arah perbaikan bagi individu, serta keluarga.
        4. Respon asuhan keperawatan menerima seseorang tidak hanya pada saat di rawat saja, tetapi juga kemungkinan yang akan terjadi setelah pasien pulang.
        5. Asuhan keperawatan juga melibatkan lingkungan pasien, sehingga  bisa menawarkan kepada pasien untuk  mengembangkan  potensinya  untuk  memilih apa  yang terbaik untuk dirinya saat  itu.
        6. Asuhan  keperawatan  lebih “ healthogenic” dari pada  pengobatan. Praktek asuhan keperawatan terintegrasi antara pengetahuan biofisikal dengan pengetahuan  tentang  perilaku  manusia untuk meningkatkan kesehatan dan untuk memberikan bantuan / pertolongan kepada mereka yang sakit.
        7. Praktek asuhan merupakan sentral keperawatan.

      B. Hubungan Teori Jean Watson dengan Konsep Utama Keperawatan

      Jean Watson membagi konsep utama keperawatan dalam 4 (empat) bagian, yaitu:

      1)      Kemanusiaan (Human Beeing)
         Menurut pandangan Watson orang yang bernilai nb agi dirinya atau orang lain dalam memberikan pelayanan keperawatan harus dapat memelihara, menghargai, mengasuh, mau mengerti dan membantu orang yang sedang sakit. Dalam pandangan filosofi umum, manusia itu mempunyai fungsi yang kompleks yang terintegrasi dalam dirinya. Selain itu manusia juga dinilai sempurna, karena bagian-bagian tubuhnya mempunyai fungsi yang sempurna; tetapi dalam fungsi perkembangannya dia  harus selalu  beradaptasi dengan  lingkungan  sosialnya. Jika  adaptasi  tersebut tidak berhasil, maka akan terjadi ko nflik (terutama kngi.onflik psikososial), yang berdampak pada terjadinya krisis disepanjang kehidupannya. Hal tersebut perlu mendapatkan asuhan, agar dapat ditanggulangi.

      2)      Kesehatan
           Menurut WHO meliputi bagian positif dari fisik, mental , dan sosial yang baik. Akan tetapi Watson juga mempercayai bahwa  ada beberapa faktor lain yang dibutuhkan untuk dimasukkan dalam definisi sehat ini, yaitu:
      a. Fungsi manusia secara keseluruhan baik fungsi fisik, mental, dan sosial seimbang/serasi.
      b. Adaptasi secara umum terhadap pertahanan dirinya sehari-hari dengan lingkungannya.
      c.       Tidak adanya penyakit.
       
            Asuhan kesehatan yang benar fokusnya pada gaya hidup, kondisi sosial, dan lingkungan :
      a.       Kesehatan adalah hubungan yang harmonis antara pikiran, tubuh, dan jiwa.
      b.      Kesehatan  juga  dihubungkan  dengan  tingkat  kesesuaian  antara apa  yang dirasakan dengan  apa yang dialami.

      3)   Lingkungan sosial
           Salah satu variabel yang mempengaruhi masyarakat saat ini adalah lingkungan sosial. Masyarakat memberikan nilai yang menentukan terhadap bagaimana seharusnya berkelakuan, dan tujuan apa yang harus dicapai. Nilai -nilai tersebut  dipengaruhi oleh  lingkungan  sosial, kultural, dan spiritual. 
            Asuhan keperawatan telah ada dalam masyarakat, karena  setiap masyarakat biasanya mempunyai seseorang yang care terhadap orang lain. Watson menyatakan bahwa merawat, dan keperawatan itu ternyata sangat dibutuhkan oleh setiap lingkungan sosial yang mempunyai beberapa orang yang saling peduli dengan yang lainnya. Sikap merawat tidak diturunkan dari generasi ke generasi, melalui gen, tetapi diturunkan dari kebudayaan profesi sebagai suatu koping yang unik terhadap lingkungan.
      4)   Keperawatan
           Menurut Watson keperawatan  fokusnya lebih pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit, merawat yang sakit, dan pemulihan keadaan fisik. Keperawatan pada promosi kesehatan awalnya sama dengan mengobati penyakit. Dia melihat keperawatan dapat bergerak dari  dua area, yaitu: masalah penanganan  stres dan penanganan konflik. Hal ini dapat menunjang tersedianya perawatan kesehatan yang holistik, yang dia percayai dapat menjadi pusat dari praktik keperawatan. Salah satu asumsi Watson mengatakan bahwa kondisi sosial, moral, dan ilmu pengetahuan sangat berkontribusi terhadap kondisi kesehatan manusia dan masyarakat, sehingga perawat perlu berkomitmen terhadap pemberian asuhan kesehatan yang ideal melalui kajian teori, praktek, dan riset keperawatan.
       
      Ada 10 faktor utama yang membentuk aktivitas perawatan, antara lain:
      1.      Membentuk sistem nilai humanistic altruistic.
      2.      Membangkitkan rasa percaya dan harapan.
      3.      Mengembangkan kepekaan kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain.
      4.      Mengembangkan hubungan yang sesuai harapan pasien / “helping trust”.
      5.      Meningkatkan intuisi dan peka terhadap ekspresi perasaan baik positif, maupun negative.
      6.      Menggunakan metoda ilmiah “problem solving” yang sistematik untuk mengambil keputusan.
      7.      Meningkatkan hubungan interpersonal “teaching-learning”.
      8.      Memberi dukungan/support, melindungi, dan membantu memperbaiki kondisi mental, fisik, sosial-kultural, serta spiritual.
      9.      Bantuan yang diberikan dapat memuaskan kebutuhan manusia.
      10.  Menghargai terhadap kekuatan yang dimiliki pasien.



      C. Hubungan Teori Jean Watson dengan Proses Keperawatan

      Watson merekomendasikan suatu pendekatan penelitian keperawatan yang lebih dalam, agar menghasilkan suatu hubungan keperawatan yang baik dengan keb utuhan manusia. Agar hasilnya sempurna, maka perawat perlu melakukan metoda pemecahan masalah secara ilmiah. Watson juga menyatakan proses keperawatan terdiri atas langkah-langkah yang sama dengan proses ilmiah. Watson kemudian mengkolaborasikannya dalam dokumentasi (tulisan yang dicetak miring mengidikasikan adanya keterkaitan  dengan adanya penelitian dalam proses keperawatan).

      1.      Pengkajian
      a.    Pengkajian  meliputi: tindakan   pengamatan, melakukan identifikasi, dan menelaah masalah yang muncul melalui pengaplikasian dari hasil studi literature.
      b. Untuk  dapat  menelaah dan  memprediksi suatu  masalah dengan  baik sesuai  kerangka kerja yang telah dibuat, maka  perlu menggali  lebih dalam pengetahuan yang terkait secara konseptual.
      c.    Dalam  pengkajian  juga  mencakup  formulasi  hipotesis  mengenai hubungan dan factor-faktor yang mempengaruhi masalah.
      d.  Selain itu juga dalam menilai situasi perlu mencantumkan definisi dari  variable-variable yang akan diperiksa dalam pemecahan masalah ini.

      2.      Perencanaan
      a.  Dengan perencanaan yang baik, maka akan membantu dalam menentukan bagaimana variabel-variabel dapat diuji atau diukur.
      b.    Dalam merancang suatu pemecahan masalah yang mengacu pada  rencana asuhan keperawatan tetap melalui pendekatan konseptual.
      c.    Selain itu juga dalam perencanaan tercantum data-data yang telah dikumpulkan & sesuai.

      3.      Intervensi
      Merencanakan tindakan sesuai dengan masalah yang ditemukan

      4.      Evaluasi
      a.  Evaluasi  merupakan  sebuah  metoda dan  proses untuk menganalisa hasil pelaksanaan inter-vensi dari setiap masalah yang ada.
      b. Disamping itu menurut Watson, evaluasi juga harus mampu memberikan generalisasi terhadap hipotesa-hipotesa tambahan atau kejadian yang mungkin akan terjadi untuk mendorong teori keperawatan secara umum didasarkan pada studi pemecahan masalah.
       

      D. Hubungan dengan Ciri Teori
      Menurut Watson, bahwa sebuah teori itu merupakan sebuah pengelompokkan dari ide-ide, dan pengalaman yang memberikan penjelasan mengenai fenomena-fenomena. Dia menolak konsep tradisional, dan moetodologi kuantitatif harus dikorbankan saat mendapatkan pengetahuan baru dari tingkah laku manusia.
      Dia melihat bahwa keperawatan dapat dikembangkan dengan melibatkan prosedur-prosedur, dan manipulasi variabel sementara yang terbaik adalah dengan melakukan penelitian untuk melihat berbagai alternatif dalam merawat manusia, baik sehat, maupun sakit, serta mendorong peningkatan kesehatan. Karya Watson telah dikembangkan dalam konteks tradisional:
      o   Teori-teori tersebut berhubungan dengan konsep seperti dalam membangun solusi berbeda dalam  melihat fenomena tertentu.
      o    Teori harus logis secara alami.
      o    Teori seharusnya sederhana sebelum digeneralisasikan.
      o    Teori dapat didasarkan pada hipotesis yang dapat diuji
      o  Teori berkontribusi dan membantu dalam  pengembangan  pengetahuan secara umum sesuai disiplin ilmunya melalui penelitian untuk mencapai sesuatu yag valid.
      o Teori dapat digunakan oleh para praktisi untuk menjadi pedoman dan meningkatkan mutu dari tindakan pelayanan ataupun asuhan keperawatan yang diberikan
      o   Teori tersebut harus konsisten dengan teori-teori lainnya, dengan hukum, dan prinsip-prinsip lainnya; tetapi  masih meninggalkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab, kemudian diinvestigasi.


DAFTAR PUSTAKA
Asmadi, S.Kep, Ners, Konsep Dasar Keperawatan, Penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta
A . Aziz Alimul Hidayat ,Konsep Dasar Keperawatan edisi 2, Penerbit buku Salemba Medika, Jakarta, 2009



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAHUKAH KAMU TERLALU BANYAK MENGKONSUMSI ES BATU MEMPUNYAI BERBAGAI DAMPAK BERBAHAYA BAGI TUBUH?

Bagi sebagian orang, menggigit es batu pasti akan terasa ngilu. Namun bagi sebagian yang lain, menggigit -bahkan mengunyah- es batu ju...