Bagi
sebagian orang, menggigit es batu pasti akan terasa ngilu. Namun bagi sebagian
yang lain, menggigit -bahkan mengunyah- es batu justru terasa mengasyikkan.
Ketika minuman di dalam gelas sudah tandas, orang ini lantas dengan asyik
mengunyah es batu yang tersisa, menimbulkan suara gemerutuk. Suhu Indonesia
yang sangat panas membuah es batu sangat di gemari di negara ini. Tidak heran
orang Indonesia sering melupakan efek bahaya yang bisa ditimbulkan oleh es batu.
Kebiasaan
mengunyah es batu merupakan salah satu bentuk kondisi medis yang disebut pica, yaitu
kebiasaan mengunyah atau memakan benda yang tidak lazim. Pica biasanya
dialami oleh anak-anak, namun kebiasaan atau kecanduan mengunyah es batu—atau
yang secara medis dikenal dengan istilah pagophagia, biasanya dapat
terjadi pada segala usia. Pica biasanya dapat muncul akibat seseorang
mengalami kekurangan suatu nutrisi tertentu pada tubuh. Biasanya, pada pagophagia,
kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau
anemia.
Adapun
beberapa dampak berbahaya karena terlalu sering mengkonsumsi es batu antara
lain:
1. Mengganggu Metabolisme tubuh
Bahaya makan es setiap hari akan menyebabkan metabolisme dalam tubuh terganggu
dan menghambat pembakaran lemak dalam tubuh manusia. Mengonsumsi es secara
berlebihan akan membuat lemak yang ada di aliran darah menjadi beku. Akibatnya
proses metabolisme tubuh serta pembakaran lemak akan terganggu.
2.
Menyebabkan
perut buncit
Mengonsumsi es batu secara berlebihan terutama apabila dikonsumsi setiap hari
akan menyebabkan penyempitan pada organ usus. Menyempitnya usus akan berdampak
pada terhambatnya kinerja usus untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam
tubuh. Akibatnya perut akan membesar dan buncit. Oleh sebab itu es batu harus
kamu hindari apabila menginginkan bentuk tubuh yang ideal.
3.
Sering pusing
Sangat tidak dianjurkan minum es langsung setelah kelelahan beraktivitas sebab
saat olahraga terjadi proses pembakaran lemak serta kondisi seluruh bagian otot
dalam tubuh akan menegang. Ketika mengonsumsi es, suhu tubuh akan mengalami
perubahan yang signifikan karena awalnya suhu tubuh dan es tidak selaras.
Karena terjadi perubahan suhu secara signifikan akan
menyebabkan otot dan jantung menjadi tegang. Hal ini akan menyebabkan
proses pemompaan darah ke otak akan terhambat. Gejala awal yang akan dirasakan
yaitu kepala sering mengalami pusing.
4.
Dapat
merusak gigi
Mengonsumsi es batu dengan cara dikunyah juga tidak baik bagi kesehatan gigi.
Dengan mengunyah es batu berpotensi untuk merusak email gigi dan berujung pada
rusaknya gigi secara keseluruhan. Kerusakan tersebut terjadi saat gigi berusaha
untuk memecahkan substansi yang keras. Oleh sebab itulah gigi yang digunakan
untuk mengunyah tidak dapat digunakan secara maksimal.
5.
Mengandung
bakteri berbahaya
Es batu yang ada di pasaran tidak sedikit yang menggunakan air mentah untuk
membuatnya. Keuntungan yang besar dan proses pembuatan jauh lebih singkat
merupakan faktor utama mengapa banyak pedagang es menggunakan air mentah
sebagai bahan dasar pembuatan es.
Padahal air mentah banyak mengandung bakteri yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Bakteri yang sangat gemar hidup dalam air mentah yaitu bakteri Ecoli yang merupakan bakteri penyebab utama diare.
Padahal air mentah banyak mengandung bakteri yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Bakteri yang sangat gemar hidup dalam air mentah yaitu bakteri Ecoli yang merupakan bakteri penyebab utama diare.
Dari contoh dampak berbahaya dalam penggunaan es batu diatas
tentu kita harus mengetahui cara yang tepat untuk mengonsumsi es batu dengan
benar agar tidak menimbulkan bahaya yang dapat merugikan kesehatan. Caranya
yaitu jangan mengonsumsi es batu terlalu sering apalagi setiap hari terutama
saat cuaca sedang panas atau setelah melakukan olahraga yang membuang banyak
keringat.
Apabila anda mengalami pagophagia dan curiga bahwa Anda mengalami
kekurangan besi, maka Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Dokter Anda mungkin
akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan darah untuk
mengetahui kadar besi dalam tubuh Anda. Jika Anda memang mengalami kekurangan
besi, maka Anda dapat mengonsumsi suplemen atau meningkatkan asupan nutrisi
Anda dengan bahan pangan yang kaya akan besi, seperti daging dan sayuran hijau.
